Situs Resmi Yayasan karya Cipta Sukuraga

Kudu Leumpang

 

Kudu Leumpang adalah Bagian dari kesenian Sukuraga, yang diciptakan oleh EFFENDI
pertama kali dipublikasikan tahun 2008 dalam rangka melengkapi seni pertunjukan wayang sukuraga pada festival seni guru International di yogyakarta ( The Teachers Performing Arts Festival of International Arts Festival )yang di selenggarakan oleh ERDEC Departemen Pendidikan Nasional.

Kudu Leumpang adalah seni Pertujukan yang memiliki sedikit kemiripan dengan Kuda Lumping tapi seni pertunjukan Kudu Leumpang tidak menggunakan gambaran Kuda sebagai tunggangannya, melainkan menggunakan gambaran Kuda yang berbentuk kaki manusia. Kesenian Kudu Leumpang sebagai seni pertunjukan yang tidak selalu harus bermain bersama dalam pertunjukan wayang sukuraga ,pada tahun 2011 diciptakan lagu dan syairnya khusus untuk kesenian kudu leumpang yang bisa menjadi kesenian Mandri.,yang juga dapat berkolaborasi dengan seni pertunjukan lainnya

Kaki adalah perantara makhluk hidup ( manusia) untuk mencapai sebuah harapan / Cita – cita seni Pertunjukan Kudu leumpang menyimbolkan bahwa manusia dihadapkan pada pilihan persaingan serta perjuangan untuk mencapai proses keberhasilan manusia menggunakan kaki sebagai tumpuan utama menghadapi kehidupan.

Dalam kehidupan Tuhan menciptakan kaki untuk manusia bergerak, pikiran untuk manusia memiih, hati untuk manusia merasa, mulut untuk manusia berbicara, dan mata untuk melihat. Maka menjadi sebuah kewajiban kita manusia harus terus bergerak / melangkahkan semua anggota badan serta pikirannya.untuk meraih harapan dan cita citanya.

Dalam gambar kudu leumpang kini ,terdapat hiasan ornamen setengah lingkaran yang mempunyai 5 ( lima ) segi tiga dan 5 ( lima ) titik sebagai symbol bagian matahari yang memancarkan 5 ( lima ) sinar atau 5 gigi melingkar yang dapat menjalankan putaran kehidupan yang tidak boleh meninggalkan kewajiban Shalat 5 ( lima ) waktu.

Lirik : Kudu Leumpang

Leumpang – Leumpang Kudu Leumpang kudu leumpang, mun urang boga kahayangUlah cicing ulah cicing cingogo ukur ngadagoLeumpang leumpang, leumpangkeun geura sukuna, lempeng lempeng, lempengkeun pikirannana
Leumpang kudu awas ningalina, leumpang pancegkeun tujuannana, leumpang pahatkeun dina hatena.
Leumpang leumpangkeun sukuragana Leumpang – leumpang ulah kabita ka nu gampang mere janji rupa – rupa Pikir pikir heula ulah daek dibobodo 2x

Dalam Kesenian kudu leumpang, alat musik sebagai pengiring dapat di sesuaikan bahkan bisa sama sekali tanpa alat musik sebagai pengiring , nyanyian atau kaki yang di injak injakan kelantai / tanah biasa menjadi ilustrasi iringan tariannya. dalam menarikan kudu leumpang.gerakan bebas namun tetap harus harmonis .

Dalam tarian kudu leumpang bagaimana dan kapanpun di kembangkannya ada satu cirri khas yang tidak boleh ditinggalkan adalah harus selalu ada tarian kudu lempang dimana bagian kepala “ Kudu leumpang “ harus ada bagian yang saling bersenggolan atau bersentuhan. itu sebagai symbol bagian dari perjalanan dalam melangkah mengejar harapan akan selalu berhadapan tantangan , dan gesekan sebagai rintangannya. Semoga kesenian kudu leumpang sukuraga  dapat bermanfaat untuk pendidikan. Aamiin

Pencipta kesenian Sukuraga

Fendi Sukuraga

 

 

YAYASAN KARYA CIPTA SUKURAGA 2001