Situs Resmi Yayasan karya Cipta Sukuraga

Proses Penciptaan

Proses berkaryanya  Effendi selama enam tahun
berjalan sejak priode  tahun 1987 dengan karya
lukis nya yang bertema”LANGKAH-LANGKAH “

 pengalamannya yang pahit dan manis sebagai bumbu kehidupan sebagai pelukis, Effendi  tahun 1993  melahirkan pernyataan konsep karya peran-peran sukuraga dengan bahasa puisinya seperti :

“Kabar burung kadang datang menggembirakan atau menyakitkandari mulut-mulut yang tak proporsional , mulut harus mengatakan ya mata melarang tidak . Jasa-jasa kaki sering terlupakan apakah karena Posisi kaki di bawah, Saya kepala suku raga adalah manager dari mereka yang bernama mata, mulut, hidung, telinga, tangan dan kaki, tak mampu untuk memimpin agar mereka bersatu untuk memuji dan memuja sang maha pencipta yaitu Allah yang maha besar”.

Pada tahun 1993 di Yogyakarta Effendi  melahirkan karya-karya lukisan Suku Raga dengan tema “ peran-peran.”

Seperti pernyataannya : “Suku Raga yang namanya mulut hidup dan berperan kadang menjadi burung yang bisa terbang atau berjalan, Suku Raga yang namanya mata juga harus terbang berperan sebagai burung,
Jika si mulut terbang tinggi
Si mata harus terbang lebih tinggi,
Para suku raga manusia hidup untuk selalu bersatu Saling membantu”.

Tahun 1993 lukisan-lukisan Suku Raga tema Peran-peran, mulai di pamerkan pertama kali pada pameran pelukis muda Yogyakarta 1993, bertempat di Purna Budaya Yogyakarta, yang diikuti 144 pelukis.

Tahun 1994 Effendi  menyatakan para anggota badan atau Suku Raga adalah para aktor yang berperan spontan tanpa naskah “Pagi tangan berperan menjadi juru tulis, Siang ketika diajak jalan-jalan berperan jadi dermawan mengambil uang receh dari saku majikannya dan diberikan pada peminta-minta, dua menit kemudian si tangan jadi pembunuh membunuh nyamuk atau berkelahi membela sang majikan sehingga terpaksa harus membunuh lawannya”. 

 

Effendi  mengatakan “Saya yakin bahwa para anggota badan manusia atau Suku Raga adalah mahluk boneka atau wayang yang siap disuruh apa saja walaupun mereka sudah punya tugas masing-masing, tetapi mereka siap juga diajak nyeleweng, itu juga tergantung mampukah kita sebagai manusia memimpin mereka untuk kompak bersatu melakukan hal-hal yang positif”.

Tahun 1995 lukisan-lukisan Suku Raga dengan tema peran-peran pertama kali ia pamerkan di luar negeri yaitu di Shah Alam Malaysia, dalam pameran tunggalnya Effendi, di Gallery Kajian Seni Lukis dan Seni RekaInstitut Teknologi Mara Malaysia.

Bersamaan dengan pernyataan pengamatannya, yang kemudia ia katakan “bahwa Suku Raga manusia adalah wayang”, sejak itu pula Effendi memvisualkan wayang Suku Raga benar-benar tidak hanya pada bidang kanvas dengan media cat saja, Suku Raga dia ungkapkan juga padakesenian wayang Suku Raga dengan media kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YAYASAN KARYA CIPTA SUKURAGA 2001