Situs Resmi Yayasan karya Cipta Sukuraga

Wayang Sukuraga

Wayang Sukuraga adalah bentuk boneka / Wayang yang mulai di pertunjukan pada khalayak umum sejak tahun 1997. Adapun cerita dalam pewayangan ini ,tidak mengambil cerita  wayang pada umumnya seperti Ramayana dan Mahabrata. Cerita dalam pewayangan ini sesuai dengan nama nama tokohnya yang di ambil dari  anggota badan seperti mulut . telinga , Tangan dll. lebih banyak menceritrakan komplik manusia secara internal  konflik konflik para anggota badan manusia.

wayang Suku Raga yang para tokoh-tokohnya seperti si mulut, telinga, mata, kaki, hidung, hati, tangan, lingga dan yoniadalah seni pertunjukan yang lahir dari buah pikir dan tangan Effendi ,dengan iringan musik kolaborasi paduan musik etnik dan modern, maka lengkaplah garapan galian Effendi menggali elemen anggota badan sejak tahun 1987 dari seni lukis dilahirkan menjadi kesenian Suku Raga atau Wayang Suku Raga yang menampilkan seni rupa, seni musik, teater boneka dan seni kerajinan. Sembilan tahun proses waktu yang dibutuhkan oleh Effendi untuk mengembangkan seni lukisnya untuk menjadi kesenian Wayang Suku Raga. dari th.1987 sampai 1996. Kenapa media kulit ? Effendi mengatakan “wayang Suku Raga pakai media kulit adalah sebagai penyatuan esensi, yang pada umumnya manusia senang pada kulitnya saja atau penampilan muka saja,… lihat ketika gadis-gadis diserang jerawat walaupun hanya dua butir saja yang menclok di mukanya, mereka malu untuk keluar rumah, dan kita juga pada umumnya untuk membersihkan kotoran dikulit minimal mandi dua kali sehari, tetapi untuk membersihkan jiwa guna menghilangkan kotor yang membuat mata hati tak dapat melihat alias buta, berapa kali sehari untuk menyiram rohani ? apakah sudah serutin kita mencuci muka atau pakaian setiap hari?”

Dibawah ini adalah gambar tokoh tokoh wayang Sukuraga.

YAYASAN KARYA CIPTA SUKURAGA 2001